manfredodicrescenzo – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya memperkuat layanan kesehatan di Indonesia. Dalam rapat kabinet di Istana Kepresidenan, Selasa, 5 Agustus 2025, ia memberi arahan strategis kepada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk mempercepat pembangunan rumah sakit dan meningkatkan layanan kesehatan gigi di puskesmas.
Prabowo menargetkan seluruh 514 kabupaten dan kota memiliki rumah sakit dengan fasilitas memadai. Pembangunan diarahkan tidak hanya di wilayah perkotaan, tetapi juga di daerah terpencil. Dari total 32 rumah sakit yang direncanakan, 22 sudah memasuki tahap peletakan batu pertama. Sisanya, 10 rumah sakit akan memulai groundbreaking pada semester kedua tahun ini. Pemerintah menargetkan 12 hingga 15 rumah sakit dapat beroperasi sebelum akhir 2025.
“Beliau ingin kalau bisa 514 kabupaten dan kota semua rumah sakitnya bagus-bagus,” ujar Budi. Pernyataan ini menegaskan ambisi pemerintah memperluas akses kesehatan berkualitas secara merata.
Selain pembangunan rumah sakit, Prabowo juga menaruh perhatian pada kesehatan gigi masyarakat. Berdasarkan laporan hasil program Cek Kesehatan Gratis (CKG), banyak warga mengalami masalah gigi. Saat ini, dari 10.000 puskesmas di Indonesia, tidak semuanya memiliki dokter gigi. Prabowo memerintahkan agar jumlah dokter gigi diperbanyak, terutama di fasilitas layanan primer.
“Kesehatan gigi kita buruk sekali,” kata Budi, mengutip arahan presiden. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan perawatan kesehatan gigi masyarakat sejak dini.
“Baca Juga: Fumito Ueda: Masa Kejayaan Gameplay Inovatif Sudah Tamat”
Dengan kebijakan ini, pemerintah berupaya menciptakan sistem kesehatan yang lebih merata, berkelanjutan, dan responsif terhadap kebutuhan warga. Peningkatan jumlah rumah sakit dan tenaga kesehatan menjadi langkah konkret menuju Indonesia yang lebih sehat dan sejahtera.
Presiden Prabowo Dorong Peningkatan Rumah Sakit di Seluruh Kabupaten dan Kota
Presiden Prabowo Subianto menargetkan seluruh 514 kabupaten dan kota di Indonesia memiliki rumah sakit berkualitas, termasuk wilayah terpencil. Langkah ini menjadi bagian dari agenda besar transformasi layanan kesehatan nasional yang dibahas dalam rapat bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa, 5 Agustus 2025.
Menurut Budi, pemerintah telah memulai pembangunan 32 rumah sakit baru. Sebanyak 22 proyek sudah melewati tahap peletakan batu pertama, sementara 10 lainnya akan menyusul pada semester kedua tahun ini. Targetnya, 12 hingga 15 rumah sakit dapat selesai pada akhir 2025.
Pembangunan ini tak hanya menyasar kota besar, tetapi juga wilayah yang jarang dikenal publik. Budi menyebut beberapa lokasi seperti Reda Bolo di Borong, Konawe, Buton, Anambas, Taliabu, dan Nias. “Itu daerah-daerah yang memang Bapak Presiden perhatikan,” ujarnya.
Selain pembangunan baru, Prabowo dijadwalkan meresmikan tiga rumah sakit besar dalam waktu dekat. Fasilitas tersebut berada di Jayapura, Jakarta, dan Solo. Rumah Sakit di Solo merupakan hibah dari Raja Uni Emirat Arab, sementara RS di Jakarta dan Jayapura masuk dalam program strategis Kementerian Kesehatan.
Tidak hanya infrastruktur, Prabowo juga menekankan percepatan penyediaan alat kesehatan dan tenaga medis. Ia meminta agar produksi dokter umum dan spesialis dipercepat demi memenuhi kebutuhan layanan. Pembiayaan operasional rumah sakit daerah juga menjadi perhatian, agar fasilitas yang dibangun dapat berfungsi optimal.
Upaya ini sejalan dengan komitmen pemerintah meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan. Jika terealisasi, pemerataan rumah sakit berkualitas di seluruh daerah akan menjadi tonggak penting dalam sejarah pelayanan kesehatan Indonesia.
“Baca Juga: GIGABYTE Hadirkan Perfect Panel Warranty lewat Kemitraan dengan AGRES”





Leave a Reply