manfredodicrescenzo – Pembalap Ducati, Marc Marquez, menutup sesi hari pertama MotoGP San Marino 2025 di Sirkuit Dunia Misano Marco Simoncelli, Italia, dengan hasil memuaskan. Juara dunia delapan kali itu berhasil mencatat waktu tercepat pada sesi latihan Jumat, sekaligus menunjukkan konsistensi performanya di awal akhir pekan balap.
Marquez sempat menghadapi kendala pada latihan bebas pertama (FP1), di mana ia hanya menempati posisi kelima dengan catatan 1 menit 31,611 detik. Pada sesi tersebut, ia kalah cepat dari Franco Morbidelli, Fabio Quartararo, Fabio Di Giannantonio, dan Alex Marquez. Namun, situasi berubah pada sesi kedua (FP2) ketika Marquez tampil jauh lebih kompetitif.
Mengendarai motor Desmosedici GP, pembalap bernomor 93 itu berhasil mencatat waktu 1 menit 30,480 detik, menempatkannya di puncak klasemen sesi latihan. Hasil ini membuat Marquez unggul dari Marco Bezzecchi dan Franco Morbidelli, yang melengkapi tiga besar. Kecepatan dan adaptasi yang lebih baik di FP2 menjadi kunci keberhasilan Marquez pada hari pertama.
Dalam pernyataannya kepada Ducati Corse, Marquez mengakui awal hari tidak berjalan mulus. “Awal hari ini kurang baik karena saya kurang nyaman di FP1, meskipun tetap cepat. Namun, di sore hari performa saya membaik dari putaran ke putaran, terutama pada posisi dan titik pengereman,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa tim berperan besar dalam peningkatan performa. “Tim melakukan pekerjaan hebat dan memberi apa yang saya butuhkan dari motor. Kami berada di posisi baik sekarang, tetapi kami harus terus berusaha,” tambahnya.
“Baca Juga: Koperasi Merah Putih Raih Modal Rp3 M, Bukan Hibah“
Hasil positif di Misano semakin menegaskan kesiapan Marquez bersaing di papan atas MotoGP 2025. Jika tren performa ini berlanjut, ia berpotensi memperkuat peluangnya dalam perebutan gelar juara dunia musim ini.
Marquez Incar Gelar Juara Dunia Ketujuh Usai Tantangan di San Marino
Marc Marquez datang ke San Marino dengan motivasi tinggi setelah catatan tujuh kemenangan beruntunnya terhenti di Sirkuit Barcelona-Catalunya. Kekalahan dari adiknya, Alex Marquez, membuatnya gagal mengunci gelar dunia di Misano. Kini, peluang terbesar pembalap Ducati itu adalah memastikan gelar juara dunia ketujuhnya pada seri berikutnya di Sirkuit Motegi, Jepang, akhir September.
Saat ini, Marquez masih kokoh di puncak klasemen sementara dengan 487 poin, unggul jauh dari Alex yang menempati posisi kedua dengan 305 poin. Selisih poin yang signifikan tersebut memberi ruang aman, meski secara matematis gelar belum bisa dikunci di San Marino.
Dalam keterangannya, mengungkapkan perbedaan tantangan antara Montmeló dan Misano. “Berangkat dari Montmeló, sirkuit yang membutuhkan pengendaraan halus, di sini Anda harus agresif, terutama saat pengereman. Cengkeramannya sangat kuat, jadi agak sulit untuk menemukan feel yang tepat dengan motor. Namun pada akhirnya, kami berhasil,” ujarnya.
Catatan sejarah juga berpihak pada Marquez. Ia adalah pemegang rekor kemenangan terbanyak di San Marino dengan lima kemenangan, termasuk kemenangan musim lalu bersama tim Gresini, ketika ia menundukkan Francesco Bagnaia dan Enea Bastianini. Rekor ini menjadi modal penting dalam usahanya mempertahankan dominasi di sirkuit Italia tersebut.
Agenda Sabtu di Misano akan padat. Marquez dijadwalkan tampil pada latihan bebas 2 (FP2) pukul 15.10–15.40 WIB, lalu melanjutkan kualifikasi 2 (Q2) pukul 16.15–16.30 WIB, dan menutup hari dengan Sprint Race 13 lap pukul 20.00 WIB. Performa stabil di sesi-sesi ini akan menjadi penentu kesiapan Marquez untuk balapan utama.
“Baca Juga: Investasi Waran Terstruktur Ala MNC Sekuritas“
Dengan catatan prestasi dan pengalaman panjang di Misano, Marquez diyakini tetap menjadi kandidat kuat juara. Hasil positif di San Marino tidak hanya mendekatkannya pada gelar dunia, tetapi juga menegaskan statusnya sebagai ikon MotoGP modern.





Leave a Reply