manfredodicrescenzo – Industri semikonduktor global berpotensi kedatangan pemain baru dari Jepang. Fujitsu disebut tengah menyiapkan chip AI berbasis proses 1.4nm. Teknologi ini berpeluang menjadi salah satu yang paling maju di dunia.
Langkah ini menunjukkan ambisi Jepang untuk kembali bersaing di industri chip. Selama ini, pasar semikonduktor didominasi oleh beberapa perusahaan besar. Kehadiran Fujitsu dapat memperluas kompetisi global.
“Baca Juga: TCL Rilis C8L dengan Kecerahan 6000 Nits dan Warna Akurat”
Chip yang dikembangkan difokuskan untuk kebutuhan kecerdasan buatan. Permintaan terhadap komputasi AI terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini mendorong inovasi di tingkat fabrikasi dan desain chip.
Kolaborasi Fujitsu dan Rapidus Perkuat Ekosistem Chip Jepang
Fujitsu tidak mengembangkan chip ini sendirian. Mereka bekerja sama dengan Rapidus dalam proses produksi. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem chip domestik Jepang.
Rapidus sendiri merupakan perusahaan yang didukung pemerintah Jepang. Tujuannya adalah mengembangkan teknologi fabrikasi canggih di dalam negeri. Kolaborasi ini mencakup desain hingga produksi chip.
Pendekatan ini menunjukkan strategi jangka panjang Jepang. Negara tersebut ingin mengurangi ketergantungan pada pihak luar. Selain itu, Jepang juga ingin memperkuat posisi dalam rantai pasok global.
NPU 1.4nm Dipadukan dengan Arsitektur Monaka Berperforma Tinggi
Chip yang dikembangkan berupa Neural Processing Unit atau NPU. Komponen ini dirancang khusus untuk menangani beban kerja AI. NPU akan dipasangkan dengan prosesor Fujitsu Monaka-X.
Platform Monaka mengusung arsitektur modern dengan hingga 144 core per socket. Teknologi ini menggunakan pendekatan 3D chiplet. Sistem ini juga mendukung standar terbaru seperti PCIe 6.0 dan CXL 3.0.
Kombinasi NPU 1.4nm dan Monaka-X diarahkan untuk performa tinggi. Targetnya adalah kebutuhan komputasi AI dan high-performance computing. Hal ini menunjukkan fokus pada teknologi masa depan.
Target Digunakan untuk Fugaku NEXT Supercomputer
Chip ini direncanakan untuk digunakan pada Fugaku NEXT supercomputer. Sistem ini merupakan penerus dari Fugaku sebelumnya. Fugaku dikenal sebagai salah satu superkomputer tercepat di dunia.
Penggunaan chip baru ini diharapkan meningkatkan performa secara signifikan. Superkomputer generasi berikutnya akan menangani beban kerja yang lebih kompleks. AI dan simulasi ilmiah menjadi fokus utama.
Langkah ini menunjukkan integrasi antara riset dan industri. Jepang ingin mengembangkan teknologi yang dapat digunakan dalam skala besar. Superkomputer menjadi salah satu target utama.
“Baca Juga: Harga Konsol Next-gen Bisa Tembus Rp17 Juta”
Tantangan Produksi dan Persaingan dengan Pemain Global
Rapidus diperkirakan baru akan memulai uji coba 1.4nm pada 2029. Sebelumnya, mereka menargetkan produksi massal 2nm pada 2028. Proses ini menunjukkan tantangan besar dalam pengembangan teknologi fabrikasi.
Untuk mendukung proyek ini, Rapidus bekerja sama dengan IBM dan Canon. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat teknologi dan ekosistem produksi. Dukungan tersebut penting untuk mencapai target ambisius.
Jika dibandingkan dengan TSMC, Jepang masih dalam tahap mengejar. Namun, arah pengembangan terlihat jelas dan terstruktur. Jepang tidak hanya ingin menjadi produsen, tetapi juga inovator.
Di tengah kebutuhan global akan diversifikasi rantai pasok, langkah ini dinilai relevan. Keberhasilan proyek ini akan bergantung pada eksekusi dan waktu. Dunia kini menantikan apakah target 1.4nm dapat tercapai sesuai rencana.





Leave a Reply