manfredodicrescenzo – Harga memori DRAM akhirnya menunjukkan tren penurunan setelah hampir satu tahun mengalami kenaikan tajam. Lonjakan sebelumnya dipicu oleh tingginya permintaan dari sektor kecerdasan buatan. Kini, data dari pemasok di Asia memperlihatkan perubahan arah pasar.
Penurunan paling signifikan terjadi pada DDR5. Dalam satu bulan terakhir, harga memori ini turun sekitar 30 persen. Sementara itu, DDR4 juga mulai mengalami penurunan, meski hanya sekitar 5 persen.
“Baca Juga: eGPU CopprLink Diklaim Selisih 2 Persen”
Ini menjadi penurunan pertama untuk DDR4 sejak Februari 2025. Sebelumnya, harga terus naik dalam periode yang cukup panjang. Perubahan ini menjadi sinyal awal adanya koreksi pasar setelah fase kenaikan ekstrem.
Harga DDR4 Masih Jauh di Atas Level Awal 2025
Saat ini, harga DDR4 16GB berada di kisaran 74,10 dolar AS atau sekitar Rp1,2 jutaan. Meski terlihat turun, angka ini masih jauh lebih tinggi dibanding awal 2025.
Pada awal tahun tersebut, harga DDR4 16GB hanya sekitar 3,20 dolar AS. Kenaikan yang terjadi sempat mencapai sekitar 2.200 persen sebelum akhirnya mulai terkoreksi.
Perbandingan ini menunjukkan bahwa penurunan saat ini belum sepenuhnya mengembalikan harga ke kondisi normal. Pasar masih berada dalam fase penyesuaian setelah lonjakan besar.
Situasi ini membuat pengguna belum sepenuhnya merasakan dampak positif dari penurunan harga.
DDR5 Alami Penurunan Lebih Tajam di Pasar Retail
DDR5 menunjukkan penurunan harga yang lebih agresif dibanding generasi sebelumnya. Harga DDR5 16GB kini berada di kisaran 37,20 dolar AS atau sekitar Rp600 ribuan.
Penurunan ini juga mulai terlihat di pasar retail. Beberapa kit DDR5 32GB dilaporkan mengalami penurunan hingga 30 persen di platform e-commerce seperti Amazon.
Meski demikian, harga saat ini masih sekitar 20 kali lipat dibanding awal 2025. Hal ini menunjukkan bahwa pasar belum sepenuhnya stabil.
Perbedaan antara pasar spot dan kontrak juga menjadi faktor penting. Harga yang dirasakan konsumen tidak selalu mengikuti perubahan cepat di pasar spot.
Faktor Distribusi dan Teknologi Baru Dorong Koreksi Harga
Ada dua faktor utama yang memicu penurunan harga DRAM saat ini. Pertama, distributor mulai melepas stok lama yang dibeli saat harga tinggi.
Langkah ini dilakukan untuk mengurangi risiko kerugian akibat penurunan harga. Akibatnya, suplai meningkat dan harga mulai terkoreksi.
Faktor kedua adalah pengumuman teknologi kompresi memori TurboQuant dari Google. Teknologi ini memicu sentimen pasar yang mendorong aksi jual.
Kombinasi kedua faktor tersebut mempercepat penurunan harga di pasar spot. Namun dampaknya belum merata ke seluruh rantai distribusi.
“Baca Juga: Trump Bersitegang dengan Vatikan soal Kritik Iran”
Harga Kontrak dan NAND Flash Masih Tekan Pasar
Meski harga spot mulai turun, tekanan di pasar kontrak masih tinggi. Harga DRAM di segmen ini diperkirakan naik 58 hingga 63 persen pada kuartal kedua 2026.
Kenaikan ini terjadi setelah lonjakan 95 persen pada kuartal pertama. Kondisi ini membuat produsen PC masih menghadapi biaya tinggi.
Selain DRAM, harga NAND flash juga diprediksi meningkat sekitar 70 hingga 75 persen. Dampaknya, harga SSD berpotensi kembali naik dalam waktu dekat.
Situasi ini menunjukkan bahwa pasar memori masih berada dalam fase transisi. Penurunan harga belum sepenuhnya dirasakan oleh konsumen secara luas.
Ke depan, keseimbangan antara suplai dan permintaan akan menjadi faktor penentu. Jika tren ini berlanjut, harga memori berpotensi stabil dalam jangka menengah.





Leave a Reply