manfredodicrescenzo – Huawei dikabarkan tengah menyiapkan langkah baru untuk memperkuat rantai pasok semikonduktornya. Perusahaan disebut akan membangun pabrik produksi DRAM melalui kerja sama dengan perusahaan lokal dan pemerintah China.
Rumor ini muncul di tengah meningkatnya harga DRAM dalam beberapa waktu terakhir. Kenaikan harga tersebut mendorong banyak produsen perangkat elektronik mencari cara untuk mengurangi ketergantungan terhadap pemasok memori global.
Apabila rencana tersebut benar terealisasi, Huawei berpotensi memperluas kemampuan produksinya di sektor semikonduktor. Namun, hingga kini perusahaan masih belum memberikan konfirmasi resmi mengenai proyek tersebut.
“Baca Juga: Lenovo Legion C700 Resmi Hadir untuk Cloud Gaming”
Huawei Disebut Gandeng Swaysure dan Pemerintah China
Informasi mengenai proyek ini berasal dari akun SemiConductorX di platform X. Menurut laporan tersebut, Huawei akan bekerja sama dengan produsen DRAM Swaysure serta pemerintah China.
Kolaborasi tersebut dikabarkan bertujuan membangun fasilitas produksi memori berukuran 12 inci. Pabrik ini diproyeksikan menjadi salah satu fasilitas penting untuk mendukung kebutuhan industri semikonduktor dalam negeri.
Laporan tersebut juga menyebut proyek ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kemampuan produksi komponen strategis di China. Meski demikian, seluruh informasi yang beredar masih sebatas rumor dan belum dikonfirmasi oleh pihak terkait.
Pabrik Baru Diklaim Mampu Produksi 140 Ribu Wafer per Bulan
Menurut informasi yang beredar, fasilitas tersebut dirancang memiliki kapasitas produksi hingga 140 ribu wafer setiap bulan. Angka tersebut menunjukkan skala produksi yang cukup besar apabila proyek berhasil direalisasikan.
Pabrik ini disebut akan menggunakan proses fabrikasi 28 nanometer. Teknologi tersebut memang bukan yang paling mutakhir untuk produksi DRAM, tetapi masih dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan industri elektronik.
Keberadaan fasilitas produksi sendiri juga berpotensi membantu Huawei memperoleh pasokan memori yang lebih stabil. Langkah tersebut dinilai penting di tengah fluktuasi harga dan persaingan pasokan komponen global.
Mantan Eksekutif TSMC dan Elpida Dikabarkan Terlibat
Rumor yang sama juga menyebut proyek ini melibatkan sejumlah tokoh berpengalaman di industri semikonduktor. Salah satunya adalah mantan direktur pabrik TSMC yang disebut bergabung dalam pengembangan fasilitas tersebut.
Selain itu, mantan presiden Elpida juga dikabarkan ikut berperan sebagai strategist dalam proyek ini. Keterlibatan tenaga ahli dengan pengalaman panjang dinilai dapat membantu proses pembangunan maupun operasional pabrik.
Meski demikian, belum ada pernyataan resmi yang mengonfirmasi keterlibatan nama-nama tersebut. Informasi mengenai struktur tim proyek masih berasal dari laporan yang belum dapat diverifikasi secara independen.
“Baca Juga: Assassin’s Creed Black Flag Resynced Cetak Rekor Penjualan”
Shenzhen Disebut Menjadi Lokasi Pabrik DRAM Huawei
Pabrik baru tersebut dikabarkan akan dibangun di Shenzhen, China. Pemilihan lokasi ini disebut berkaitan dengan keterlibatan Swaysure atau Shenzhen Yiweixu dalam proyek tersebut.
Apabila benar beroperasi, fasilitas ini berpotensi membantu mengurangi ketergantungan terhadap tiga produsen DRAM terbesar di dunia, yaitu SK hynix, Samsung, dan Micron. Langkah tersebut juga sejalan dengan upaya China memperkuat industri semikonduktor domestik.
Meski demikian, hingga saat ini Huawei belum mengumumkan secara resmi rencana pembangunan pabrik tersebut. Detail mengenai jadwal konstruksi, investasi, maupun target produksi juga masih belum dipublikasikan.
Karena seluruh informasi masih berasal dari rumor, perkembangan proyek ini masih perlu menunggu konfirmasi resmi dari Huawei maupun pihak-pihak yang disebut terlibat. Jika benar direalisasikan, pembangunan pabrik DRAM tersebut dapat menjadi salah satu langkah penting Huawei dalam memperkuat kemandirian pasokan komponen semikonduktor di tengah dinamika industri global.





Leave a Reply