manfredodicrescenzo – Perusahaan memori asal China, Shenzhen Longsys Electronics, memperkirakan kinerja keuangannya akan meningkat tajam pada semester pertama 2026. Produsen yang juga merupakan induk merek Lexar tersebut memanfaatkan tingginya permintaan komponen memori dan penyimpanan yang digunakan untuk infrastruktur kecerdasan buatan atau AI.
Meningkatnya investasi di pusat data AI membuat kebutuhan terhadap chip memori terus bertambah. Kondisi tersebut memberikan peluang besar bagi produsen memori, termasuk Longsys, untuk memperluas bisnis sekaligus meningkatkan pendapatan.
“Baca Juga: RTX 5080 Super Bakal Hadir dengan TGP 415W”
Perusahaan juga mengambil berbagai langkah untuk memastikan pasokan komponen tetap tersedia di tengah permintaan global yang terus meningkat.
Laba Semester Pertama Diperkirakan Melonjak Lebih dari 70 Persen
Longsys memproyeksikan laba bersih semester pertama 2026 mencapai sekitar 1,36 miliar hingga 1,62 miliar yuan. Nilai tersebut setara dengan sekitar Rp24,56 triliun hingga Rp29,25 triliun.
Berdasarkan proyeksi perusahaan, angka tersebut mencerminkan pertumbuhan hingga sekitar 73,6 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Tidak hanya laba, pendapatan perusahaan juga diperkirakan meningkat secara signifikan. Longsys memperkirakan pendapatan berada pada kisaran 3,24 miliar hingga 3,68 miliar yuan atau sekitar Rp55 triliun hingga Rp62,6 triliun.
Apabila proyeksi tersebut tercapai, pendapatan perusahaan akan meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan semester pertama tahun lalu.
Pertumbuhan tersebut memperlihatkan besarnya peluang bisnis yang muncul seiring meningkatnya kebutuhan industri terhadap komponen memori berkapasitas tinggi.
Infrastruktur AI Jadi Pendorong Utama Permintaan Memori
Longsys menjelaskan bahwa peningkatan kinerja perusahaan didorong oleh melonjaknya permintaan chip memori dan perangkat penyimpanan untuk kebutuhan infrastruktur AI.
Pusat data yang digunakan untuk melatih maupun menjalankan model kecerdasan buatan memerlukan kapasitas memori yang jauh lebih besar dibandingkan server konvensional. Kondisi tersebut membuat permintaan terhadap berbagai jenis chip memori terus meningkat.
Untuk menjaga kelancaran pasokan, Longsys telah menjalin kontrak jangka panjang dengan sejumlah pemasok wafer memori.
Meski perusahaan tidak mengungkap identitas mitra yang dimaksud, sejumlah produsen China seperti CXMT dan YMTC disebut semakin banyak digunakan oleh industri sebagai alternatif pemasok komponen memori.
Langkah tersebut bertujuan mengurangi risiko gangguan pasokan sekaligus memastikan perusahaan mampu memenuhi permintaan pelanggan dalam jangka panjang.
Produsen Besar Mulai Melirik Pemasok Memori China
Seiring meningkatnya kebutuhan memori untuk AI, sejumlah perusahaan teknologi internasional dikabarkan mulai mempertimbangkan penggunaan chip dari produsen China.
Beberapa nama yang disebut dalam berbagai laporan antara lain Corsair, Dell, HP, hingga Apple. Perusahaan-perusahaan tersebut dikabarkan mulai melirik atau berupaya memperoleh akses terhadap produk memori dari CXMT maupun YMTC.
Minat tersebut dipengaruhi oleh kondisi pasar yang masih menghadapi keterbatasan pasokan chip memori. Berbagai analis memperkirakan kelangkaan komponen ini masih dapat berlanjut hingga 2027.
Apabila tren tersebut terus berlanjut, produsen memori China berpotensi memperoleh peluang yang lebih besar untuk memperluas pangsa pasar, terutama di sektor infrastruktur AI yang berkembang pesat.
“Baca Juga: Xbox Akui Minecraft Dukung Bisnis Selama Bertahun-Tahun”
Longsys Siapkan Investasi Baru untuk Produk AI
Prospek bisnis yang positif turut mendorong kenaikan harga saham Longsys. Saham perusahaan dilaporkan meningkat sekitar 12,5 persen setelah proyeksi kinerja keuangan diumumkan.
Selain itu, Longsys telah memperoleh izin untuk menghimpun dana hingga sekitar 544 juta yuan atau setara Rp9,82 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk mempercepat pengembangan produk memori dan penyimpanan yang difokuskan pada kebutuhan AI.
Investasi tersebut menunjukkan komitmen perusahaan dalam memperkuat posisinya di pasar yang semakin kompetitif. Dengan permintaan komponen AI yang diperkirakan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan, Longsys berupaya memperluas kapasitas sekaligus menghadirkan solusi memori yang lebih sesuai dengan kebutuhan industri.
Melalui strategi pengamanan pasokan, ekspansi investasi, serta fokus pada produk untuk infrastruktur AI, Longsys menempatkan diri sebagai salah satu perusahaan China yang berupaya memanfaatkan pertumbuhan pasar komponen memori global. Jika tren permintaan tetap berlanjut, perusahaan berpeluang mempertahankan pertumbuhan pendapatan dan laba pada periode mendatang.





Leave a Reply