manfredodicrescenzo – Qualcomm resmi memperkenalkan Snapdragon Reality Elite, chipset terbaru yang dirancang untuk perangkat extended reality atau XR kelas premium. Platform ini akan menjadi penerus lini chipset XR sebelumnya dan ditujukan untuk mendukung headset serta kacamata pintar generasi berikutnya.
Melalui Snapdragon Reality Elite, Qualcomm tidak hanya berfokus pada peningkatan performa. Perusahaan juga ingin membantu produsen menciptakan perangkat yang lebih ringan, lebih ringkas, dan lebih nyaman digunakan tanpa mengorbankan kemampuan pemrosesan.
“Baca Juga: Lenovo Tab Plus Gen 2 Hadir dengan 9 Speaker JBL”
Chipset ini sekaligus menjadi platform XR paling premium yang pernah diperkenalkan Qualcomm hingga saat ini.
Dukung Tampilan 4.4K per Mata dan Latensi Lebih Rendah
Dari sisi spesifikasi, Snapdragon Reality Elite menawarkan dukungan tampilan hingga resolusi 4.4K untuk masing-masing mata. Chip ini juga mendukung refresh rate hingga 90 frame per detik.
Secara angka, peningkatan tersebut memang tidak terlalu jauh dibanding Snapdragon XR2+ Gen 2. Namun, Qualcomm menyebut peningkatan tersebut tidak hanya berfokus pada resolusi.
Perusahaan juga melakukan berbagai optimasi untuk meningkatkan kualitas gambar dan mengurangi latensi. Latensi yang lebih rendah menjadi salah satu aspek penting pada perangkat XR. Semakin rendah latensi, semakin kecil kemungkinan pengguna mengalami rasa tidak nyaman atau motion sickness saat menggunakan headset dalam waktu lama.
Dengan kombinasi resolusi tinggi dan optimasi sistem, Qualcomm berharap pengalaman visual pada perangkat berbasis Reality Elite menjadi lebih imersif. Hal ini penting karena headset XR modern kini tidak hanya digunakan untuk bermain game, tetapi juga untuk produktivitas, hiburan, hingga komunikasi virtual.
Lebih Hemat Daya dan Bekerja Lebih Dingin
Selain peningkatan visual, Qualcomm juga menaruh perhatian besar pada efisiensi daya. Perusahaan mengklaim perangkat yang menggunakan Snapdragon Reality Elite mampu menawarkan daya tahan baterai hingga 20 persen lebih lama dibanding generasi sebelumnya.
Tidak hanya itu, chipset ini juga disebut dapat beroperasi dengan suhu hingga 12 derajat Celsius lebih rendah. Peningkatan tersebut cukup penting untuk perangkat XR.
Berbeda dengan smartphone, headset dan kacamata pintar digunakan langsung di kepala dalam waktu yang relatif lama. Karena itu, panas yang berlebihan dapat mempengaruhi kenyamanan pengguna. Dengan konsumsi daya yang lebih efisien dan suhu kerja yang lebih rendah, produsen memiliki kesempatan untuk membuat perangkat yang lebih tipis dan ringan.
Pengguna pun dapat menikmati sesi penggunaan yang lebih panjang tanpa merasa cepat lelah. Qualcomm tampaknya ingin menjadikan efisiensi sebagai salah satu keunggulan utama Snapdragon Reality Elite.
GPU Lebih Cepat dan AI Hingga 160 Persen Lebih Kencang
Snapdragon Reality Elite juga menghadirkan peningkatan performa yang cukup signifikan. Qualcomm mengklaim GPU pada chipset ini 60 persen lebih cepat dibanding generasi sebelumnya.
Sementara itu, performa CPU meningkat hingga 30 persen. Peningkatan terbesar justru terjadi pada sektor kecerdasan buatan. Kemampuan AI melalui Neural Processing Unit atau NPU disebut meningkat hingga 160 persen.
Dengan peningkatan tersebut, berbagai fitur AI dapat dijalankan langsung di perangkat tanpa harus mengandalkan cloud. Qualcomm menyebut teknologi ini dapat digunakan untuk menghadirkan avatar fotorealistik. Selain itu, chipset juga mampu mendukung asisten AI yang dapat berinteraksi secara lebih alami dengan pengguna.
Kemampuan pemrosesan AI secara lokal menjadi semakin penting karena dapat meningkatkan privasi sekaligus mengurangi latensi. Hal ini memungkinkan perangkat XR memberikan respons yang lebih cepat dan akurat.
“Baca Juga: Peak Raih 20 Juta Pemain Setahun Setelah Dirilis”
Qualcomm Ganti Nama XR Menjadi Reality Elite dan Perkenalkan START
Selama beberapa tahun terakhir, Qualcomm menggunakan penamaan XR untuk lini chipset extended reality mereka. Model tertingginya adalah Snapdragon XR2+ Gen 2 yang digunakan pada headset Samsung Galaxy XR.
Kini, posisi tersebut resmi digantikan oleh Snapdragon Reality Elite. Menurut Qualcomm, perubahan nama ini mencerminkan visi baru perusahaan terhadap masa depan perangkat XR. Chipset tersebut dapat digunakan pada headset standalone maupun perangkat yang terhubung dengan modul komputasi eksternal. Salah satu perangkat pertama yang dipastikan menggunakan Snapdragon Reality Elite adalah kacamata AR Xreal Aura.
Produk tersebut juga diperkenalkan dalam ajang Augmented World Expo atau AWE. Tidak hanya memperkenalkan chipset baru, Qualcomm turut mengumumkan platform bernama START atau Scalable Turnkey AI Ready Toolkit.
Platform ini ditujukan untuk produsen smart glasses dan wearable yang ingin menghadirkan fitur AI tanpa membangun ekosistem dari awal. START mencakup modul perangkat keras berbasis chip AR1+, perangkat lunak pendukung, serta aplikasi pendamping untuk Android dan iOS. Melalui pendekatan ini, Qualcomm berharap lebih banyak perusahaan dapat mengembangkan kacamata pintar berbasis AI dengan lebih cepat.
Baik untuk perangkat dengan layar maupun model audio-only. Dengan Snapdragon Reality Elite dan START, Qualcomm menunjukkan ambisinya untuk memperkuat posisinya di pasar XR. Perusahaan tampaknya ingin menjadi fondasi utama bagi generasi baru headset, kacamata pintar, dan perangkat wearable yang semakin mengandalkan kecerdasan buatan.





Leave a Reply