manfredodicrescenzo – Activision merilis pembaruan backend untuk mengatasi celah keamanan Call of Duty: Black Ops 2 di PS4 dan PS5. Pembaruan tersebut hadir setelah hacker mengeksploitasi sistem multiplayer untuk menyerang akun pemain. Serangan dilaporkan dapat mengubah Prestige dan merusak progres akun secara paksa. Sebagian pemain juga mengalami masalah ketika mencoba mengakses kembali mode online. Activision menyatakan pembaruan tersebut bertujuan meningkatkan keamanan sesi multiplayer Black Ops 2. Perusahaan juga sedang meninjau akun yang terdampak manipulasi akibat eksploit tersebut. Langkah ini menjadi respons langsung terhadap laporan serangan yang muncul sebelumnya. Masalah tersebut menjadi perhatian karena dapat terjadi tanpa interaksi langsung dengan hacker. Pemain cukup berada dalam lobby yang sama untuk berpotensi terkena dampaknya. Activision kini berupaya memulihkan keamanan layanan sekaligus menangani akun yang terdampak.
“Baca Juga: Dua Software di Steam Jadi Sinyal Rilis Steam Frame”
Eksploit Hacker Dapat Mengubah Prestige dan Merusak Progres Pemain
Serangan tersebut dikaitkan dengan hacker bernama “C Isn’t Sharp” dan “Who Isn’t Sharp”. Keduanya dilaporkan berkeliaran di lobby multiplayer Black Ops 2. Hacker disebut dapat memanfaatkan celah keamanan untuk memodifikasi akun pemain lain. Manipulasi tersebut dapat mengubah Prestige tanpa persetujuan pemilik akun. Progres pemain juga dilaporkan dapat mengalami kerusakan akibat eksploit tersebut. Dalam beberapa kasus, pemain bahkan tidak dapat mengakses mode online setelah terkena serangan. Kondisi ini membuat ancaman tersebut lebih serius dibandingkan sekadar gangguan dalam pertandingan. Pemain juga disebut tidak perlu berkomunikasi atau berinteraksi dengan pelaku. Berada dalam lobby yang sama sudah cukup untuk menimbulkan risiko. Laporan tersebut kemudian mendorong Activision melakukan tindakan terhadap sistem backend. Pembaruan terbaru ditujukan untuk menutup jalur eksploit yang digunakan dalam serangan.
Activision Meninjau Akun yang Terkena Manipulasi Hacker
Selain memperbaiki sistem keamanan, Activision menyatakan sedang meninjau akun yang terdampak. Proses tersebut diperlukan untuk membedakan akun korban dan akun yang melakukan pelanggaran. Pemain yang menjadi korban manipulasi tidak seharusnya menerima hukuman akibat serangan tersebut. Namun, proses verifikasi dapat menimbulkan pesan yang membingungkan bagi sebagian pengguna. Activision memperingatkan bahwa pemain mungkin melihat notifikasi yang terlihat seperti pemberitahuan ban. Pesan tersebut dapat muncul setelah pemain dikeluarkan dari pertandingan. Menurut Activision, notifikasi tersebut merupakan efek samping dari sistem lama Black Ops 2. Pesan tersebut tidak otomatis berarti akun pemain benar-benar diblokir. Pemain yang masih dapat masuk kembali ke game dianggap tidak terkena ban permanen. Sementara itu, pengguna yang kehilangan akses perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Activision juga menyediakan layanan pelanggan untuk menangani kasus akun yang tidak dapat diakses.
Infrastruktur Lama Diduga Menjadi Sumber Kerentanan Black Ops 2
Masalah keamanan tersebut diduga berkaitan dengan infrastruktur asli Black Ops 2. Game tersebut pertama kali dirilis lebih dari satu dekade lalu untuk platform generasi sebelumnya. Port PS4 dan PS5 diduga masih mempertahankan sebagian sistem jaringan dari versi lama. Kondisi tersebut berpotensi membawa kerentanan lama ke platform yang lebih baru. Celah keamanan yang sebelumnya dikenal pada versi lama kemudian kembali dimanfaatkan. Situasi ini menunjukkan tantangan dalam membawa game multiplayer lama ke perangkat modern. Sistem lama membutuhkan pengamanan tambahan agar dapat menghadapi metode serangan yang lebih baru. Namun, Activision belum memberikan rincian teknis mengenai sumber eksploit secara menyeluruh. Karena itu, hubungan antara sistem lama dan serangan terbaru masih berdasarkan laporan yang beredar. Investigasi lebih lanjut diperlukan untuk memastikan seluruh jalur serangan telah tertutup.
“Baca Juga: iQOO Z11 Jadi Smartphone Pertama Pakai Dimensity 7500 Turbo”
Pembaruan Backend Diharapkan Mengembalikan Keamanan Multiplayer
Update backend menjadi langkah penting Activision untuk mengatasi masalah keamanan Black Ops 2. Pembaruan tersebut tidak berfokus pada penambahan konten baru bagi pemain. Prioritasnya adalah memperkuat keamanan sesi multiplayer dan menutup eksploit yang telah digunakan hacker. Activision juga perlu memastikan akun korban tidak mendapatkan konsekuensi dari manipulasi tersebut. Proses pemeriksaan akun menjadi bagian penting setelah celah keamanan ditangani. Pemain yang masih mengalami masalah akses dapat menghubungi layanan pelanggan Activision. Mereka juga perlu membedakan pesan sistem lama dari sanksi akun yang sebenarnya. Untuk saat ini, pembaruan tersebut menjadi respons resmi terhadap serangan yang terjadi. Keberhasilan perbaikan akan terlihat dari stabilitas multiplayer setelah implementasi berjalan. Kasus ini juga menjadi pengingat pentingnya memperbarui keamanan game lama yang kembali hadir di platform modern.





Leave a Reply