manfredodicrescenzo – Salah satu pendiri Guerrilla Games, Arjan Brussee, dikabarkan sedang mengembangkan game engine baru bernama Immense Engine. Proyek tersebut disebut diposisikan sebagai alternatif baru untuk Unreal Engine milik Epic Games. Kehadiran engine ini langsung menarik perhatian industri game global.
Informasi mengenai proyek tersebut muncul melalui wawancara Brussee dengan publikasi teknologi Belanda, De Technoloog. Dalam wawancara itu, ia menjelaskan visi pengembangan Immense Engine sebagai teknologi asal Eropa. Brussee juga menyebut engine tersebut dirancang untuk bersaing dengan solusi global lain.
“Baca Juga: Nintendo Ubah Harga Switch 2 dan NSO”
Immense Engine tidak hanya diarahkan untuk menantang dominasi Unreal Engine di industri game. Brussee juga menyinggung persaingan dengan engine yang dikembangkan perusahaan teknologi asal China. Hal tersebut menunjukkan ambisi besar proyek ini dalam pasar teknologi global.
Untuk memimpin pengembangan Immense Engine, Brussee bahkan kembali ke Belanda. Pengalaman panjangnya di industri game dianggap menjadi modal besar untuk proyek tersebut. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Global Director of Product Management untuk Unreal Engine di Epic Games.
Immense Engine Ingin Jadi Alternatif Eropa untuk Unreal Engine
Menurut Brussee, hingga saat ini belum ada game engine asal Eropa yang sepenuhnya mematuhi regulasi regional setempat. Kondisi tersebut membuka peluang besar bagi Immense Engine untuk berkembang. Banyak perusahaan Eropa kini membutuhkan infrastruktur teknologi yang sesuai regulasi lokal.
Regulasi teknologi di Eropa memang dikenal cukup ketat dibanding banyak wilayah lain. Aturan mengenai privasi data, AI, dan pengelolaan infrastruktur digital terus diperkuat dalam beberapa tahun terakhir. Karena itu, engine berbasis Eropa dinilai memiliki potensi strategis tersendiri.
Brussee melihat kondisi tersebut sebagai kesempatan besar bagi Immense Engine untuk memasuki pasar. Ia ingin menghadirkan solusi teknologi yang lebih selaras dengan kebutuhan perusahaan Eropa. Pendekatan itu bisa menjadi pembeda utama dibanding kompetitor global lain.
Selama ini, Unreal Engine dan Unity mendominasi industri game modern di banyak negara. Kedua engine tersebut digunakan dalam pengembangan game AAA, simulasi, hingga produksi film virtual. Immense Engine kini mencoba menawarkan pendekatan baru dengan fokus regional dan AI.
Immense Engine Tidak Hanya Fokus untuk Industri Game
Menariknya, Immense Engine ternyata tidak hanya ditujukan untuk pengembangan game. Brussee menjelaskan bahwa engine tersebut juga dikembangkan untuk kebutuhan simulasi 3D di berbagai sektor lain. Beberapa bidang yang disebut mencakup pertahanan dan logistik.
Pendekatan ini memperlihatkan bahwa Immense Engine ingin menjadi platform teknologi yang lebih luas. Teknologi game engine modern memang semakin sering digunakan di luar industri hiburan. Simulasi real-time kini dibutuhkan dalam pelatihan militer, transportasi, hingga industri manufaktur.
Dengan cakupan penggunaan lebih besar, Immense Engine berpotensi berkembang menjadi platform lintas industri. Banyak perusahaan kini mencari solusi visualisasi 3D dengan performa tinggi dan dukungan AI. Brussee tampaknya ingin memanfaatkan peluang tersebut sejak awal pengembangan.
Penggunaan game engine untuk simulasi profesional juga terus meningkat beberapa tahun terakhir. Teknologi rendering real-time memungkinkan simulasi lebih realistis dan efisien dibanding metode lama. Karena itu, pasar non-game kini menjadi sektor penting bagi perusahaan engine modern.
Integrasi AI Jadi Fokus Utama Immense Engine
Dalam wawancara yang sama, Brussee menegaskan bahwa integrasi AI menjadi salah satu fokus utama Immense Engine. Ia percaya kecerdasan buatan akan mengubah cara software kompleks dikembangkan pada masa depan. Pendekatan ini menjadi bagian inti visi proyek tersebut.
Menurut Brussee, framework AI agents yang tepat dapat meningkatkan produktivitas pengembang secara drastis. Ia bahkan menyebut satu individu dalam tim kecil bisa menyamai pekerjaan 10 hingga 15 developer. Pernyataan itu menunjukkan keyakinannya terhadap potensi AI di industri software.
AI diperkirakan akan membantu proses pembuatan asset, scripting, debugging, hingga desain level secara otomatis. Teknologi tersebut kini mulai menjadi tren besar dalam pengembangan game modern. Banyak perusahaan berlomba mengintegrasikan AI langsung ke workflow engine mereka.
Meski demikian, penggunaan AI dalam industri game juga memunculkan berbagai diskusi mengenai masa depan pekerjaan developer. Sebagian pihak melihat AI sebagai alat bantu produktivitas, sementara lainnya khawatir terhadap dampaknya pada tenaga kerja kreatif. Immense Engine tampaknya memilih pendekatan AI sebagai akselerator pengembangan.
“Baca Juga: AMD Radeon RX 9050 Dikabarkan Siap Meluncur”
Industri Game Engine Mulai Masuki Era Persaingan AI
Penggunaan AI dalam game engine sebenarnya sudah mulai diterapkan sejumlah perusahaan besar. Belum lama ini, Unity memperkenalkan Unity AI Beta untuk membantu proses pengembangan game. Teknologi tersebut mampu membuat asset dan cutscene hanya melalui prompt berbasis teks.
Perkembangan tersebut memperlihatkan bagaimana industri game engine mulai bergerak menuju era AI generatif. Banyak pengembang kini menginginkan workflow yang lebih cepat dan efisien. Karena itu, integrasi AI menjadi salah satu faktor penting persaingan engine modern.
Immense Engine kini masuk ke pasar yang sudah dipenuhi pemain besar seperti Unreal Engine dan Unity. Namun, fokus terhadap regulasi Eropa dan AI dapat menjadi identitas unik proyek tersebut. Pengalaman Brussee di Epic Games juga memberi nilai tambah penting bagi pengembangannya.
Meski proyek ini masih berada pada tahap awal, industri teknologi mulai memberi perhatian besar terhadap Immense Engine. Banyak pihak penasaran apakah engine tersebut benar-benar mampu menjadi alternatif serius di pasar global. Dengan kombinasi AI, simulasi 3D, dan fokus regional, Immense Engine berpotensi menjadi salah satu proyek teknologi menarik dalam beberapa tahun mendatang.





Leave a Reply