manfredodicrescenzo – Setelah delapan tahun dalam masa early access, Escape from Tarkov akhirnya merilis Versi 1.0 secara resmi. Bersamaan dengan itu, Battlestate Games membawa game survival shooter hardcore ini ke Steam. Salah satu platform distribusi game terbesar di dunia. Tanggal peluncuran di Steam telah ditetapkan pada 15 November 2025, menandai transisi penting dalam sejarah pengembangan game ini. Namun, alih-alih disambut antusias oleh komunitas lama, keputusan ini justru memicu gelombang kritik keras dari para pemain veteran.
“Baca Juga: CD Projekt Red Siapkan Fitur Multiplayer untuk Game Baru”
Pemain Lama Diminta Beli Ulang Game Jika Ingin Main di Steam
Kekecewaan muncul setelah Battlestate Games mengonfirmasi bahwa pemain lama harus membeli ulang Escape from Tarkov jika ingin memainkannya lewat Steam. Meskipun mereka sudah membeli game ini di masa early access. Akses tersebut tidak secara otomatis memberikan hak bermain di versi Steam. Padahal, banyak pemain yang telah berinvestasi sejak awal pengembangan dengan harga yang relatif mahal.
Langkah ini dianggap tidak adil, mengingat pemain lama juga akan diminta menautkan akun lama mereka ke Steam. Dalam pandangan banyak orang, itu berarti developer hanya menggunakan akun lama untuk keperluan teknis, tanpa memberikan kompensasi yang layak kepada pendukung awal mereka. “Ini seperti kami disuruh beli kunci untuk membuka akun kami sendiri,” keluh salah satu pengguna di forum Reddit r/EscapefromTarkov.
Komunitas Menilai Keputusan Ini Sebagai Bentuk Ketamakan Developer
Sentimen negatif dari komunitas terus menguat. Banyak pemain menilai kebijakan ini sebagai langkah komersial yang rakus dari pihak pengembang. Mereka merasa kontribusi dan loyalitas yang diberikan selama bertahun-tahun tidak dihargai sama sekali. Beberapa bahkan menyebut bahwa Battlestate Games kehilangan kepercayaan komunitas, terutama karena masalah lama seperti bug, cheater, dan performa server yang belum juga teratasi.
Game ini awalnya hanya tersedia melalui launcher eksklusif milik Battlestate, yang membuat banyak pemain merasa bahwa mereka telah menjadi bagian dari fondasi awal game. Kini, keputusan untuk menjual ulang game ke pemain lama di Steam dianggap sebagai pengabaian terhadap kontribusi komunitas yang telah membentuk basis popularitas Escape from Tarkov.
Ada Dugaan Langkah Ini untuk Menghindari Review Negatif di Steam
Beberapa pengamat dan anggota komunitas berspekulasi bahwa kebijakan ini bertujuan untuk membendung banjir review negatif. Pemain lama yang kecewa dan memiliki pengalaman buruk selama early access diyakini akan memberikan ulasan negatif di Steam, yang berpotensi merusak citra publik game tersebut di platform global itu.
Dengan tidak memberikan Steam Key gratis kepada pemain lama, Battlestate dinilai mencoba membatasi akses komunitas kritis terhadap fitur review Steam. Ini menimbulkan tudingan bahwa studio tersebut lebih peduli pada citra pasar dibanding umpan balik nyata dari komunitas.
“Baca Juga: Intel Arc A750 Tersedia Versi Baru dengan RAM 16GB”
Masa Depan Tarkov di Steam Dipertanyakan Komunitas
Langkah menuju rilis versi penuh dan ekspansi ke Steam semestinya menjadi tonggak besar dalam perkembangan Escape from Tarkov. Namun, kontroversi ini bisa menjadi bumerang bagi reputasi Battlestate Games. Jika developer tidak segera memberikan klarifikasi atau solusi yang memuaskan, potensi backlash di media sosial dan platform komunitas bisa terus meluas.
Escape from Tarkov memang dikenal sebagai game dengan gameplay realistis dan intens, tetapi masalah internal dan komunikasi yang buruk bisa menghambat pertumbuhannya di pasar mainstream. Komunitas kini menunggu apakah Battlestate akan mengubah kebijakan atau tetap dengan keputusan mereka yang kontroversial ini. Satu hal yang pasti: kepercayaan yang rusak tidak mudah dipulihkan.





Leave a Reply