manfredodicrescenzo – Meski berhasil menutup perjalanannya dengan dukungan luar biasa dari komunitas, kesuksesan update terakhir Destiny 2 ternyata tidak mampu mengubah situasi internal Bungie. Di tengah antusiasme pemain yang memuncak, berbagai laporan justru menyebut studio tersebut masih berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan.
Dalam beberapa minggu terakhir, para pemain Destiny 2 berupaya menunjukkan dukungan mereka kepada franchise tersebut. Banyak yang berharap tingginya jumlah pemain dan pendapatan yang dihasilkan dapat memengaruhi keputusan Bungie terkait masa depan Destiny.
Namun, menurut sejumlah laporan terbaru, realitas di dalam studio tampaknya jauh berbeda. Keputusan bisnis yang telah dibuat sebelumnya disebut tetap berjalan, terlepas dari besarnya dukungan yang datang dari komunitas.
“Baca Juga: Tanggal Pre-Order GTA 6 Akhirnya Terungkap”
Kesuksesan Update Terakhir Destiny 2 Tidak Ubah Situasi Internal Bungie
Update terakhir Destiny 2 menjadi salah satu momen paling emosional dalam sejarah franchise tersebut. Para pemain berbondong-bondong kembali untuk merayakan sekaligus menyuarakan penolakan terhadap keputusan Bungie yang menghentikan pengembangan aktif game tersebut.
Lonjakan pemain yang sangat besar bahkan sempat menyebabkan gangguan server pada hari peluncuran.
Tak hanya itu, jumlah pemain Destiny 2 saat itu juga disebut berhasil melampaui puncak pemain Marathon, game live service terbaru Bungie yang kini menjadi fokus utama perusahaan. Dari sisi bisnis, Destiny 2 juga menunjukkan performa yang sangat baik.
Game tersebut sempat menempati posisi ketiga dalam daftar game dengan pendapatan tertinggi di Steam selama sepekan terakhir.
Banyak pemain berharap pencapaian tersebut dapat menjadi pertimbangan bagi Bungie untuk meninjau kembali arah perusahaan.
Namun, laporan terbaru justru menyebut bahwa kesuksesan itu tidak membawa perubahan berarti terhadap kondisi internal studio.
Paul Tassi Sebut Gelombang PHK Besar di Bungie Masih Akan Terjadi
Jurnalis sekaligus insider industri game, Paul Tassi, membahas situasi Bungie dalam video terbarunya. Ia menanggapi laporan sebelumnya yang menyebut Bungie berpotensi melakukan PHK besar-besaran yang dapat memengaruhi sekitar 400 karyawan.
Tassi mengaku tidak dapat mengonfirmasi angka pasti tersebut. Meski demikian, ia memastikan bahwa gelombang PHK dalam skala besar memang sedang menanti Bungie. Menurutnya, situasi itu sulit dihindari.
Pasalnya, Bungie telah memutuskan mengakhiri pengembangan aktif Destiny 2. Sementara itu, sekitar setengah dari total tenaga kerja perusahaan sebelumnya terlibat dalam pengembangan maupun dukungan game tersebut.
Ketika proyek utama telah selesai dan belum ada pengganti yang setara, Bungie diyakini akan melakukan penyesuaian jumlah karyawan.
Hal itu membuat masa depan banyak pegawai kini berada dalam ketidakpastian.
Masa Depan Franchise Destiny Disebut Semakin Tidak Jelas
Jika PHK besar benar-benar terjadi dan memengaruhi sebagian besar tim Destiny 2, maka masa depan franchise Destiny semakin dipertanyakan. Selama bertahun-tahun, Destiny menjadi salah satu pilar utama Bungie.
Game tersebut berhasil membangun komunitas yang besar dan bertahan sebagai salah satu game live service paling populer. Namun, dengan berakhirnya pengembangan Destiny 2 dan belum adanya kepastian mengenai Destiny 3, banyak penggemar mulai khawatir bahwa franchise tersebut akan benar-benar berakhir.
Paul Tassi juga sempat menanyakan langsung kepada sumber internal mengenai dampak kesuksesan update terakhir terhadap kondisi perusahaan.
Ia ingin mengetahui apakah tingginya jumlah pemain dan pendapatan mampu mengubah keputusan Bungie.
Jawaban yang diterimanya sangat singkat. “Tidak.” Jawaban tersebut mengindikasikan bahwa keputusan yang telah dibuat perusahaan kemungkinan tidak akan berubah.
Meski komunitas menunjukkan dukungan yang luar biasa, arah Bungie tampaknya sudah ditentukan sejak jauh hari.
Bungie Disebut Hanya Siapkan Satu Hotfix Lagi untuk Destiny 2
Situasi Destiny 2 juga semakin memprihatinkan karena laporan terbaru menyebut Bungie hanya menyiapkan satu hotfix terakhir. Setelah pembaruan tersebut dirilis, game diperkirakan tidak akan lagi menerima dukungan berkelanjutan.
Tim pengembang hanya akan turun tangan jika muncul masalah yang benar-benar merusak permainan. Selain itu, tidak ada rencana untuk menghadirkan konten baru maupun pembaruan rutin.
Bahkan, menurut laporan yang beredar, Bungie tidak lagi mengalokasikan tim khusus untuk menjaga kestabilan Destiny 2. Artinya, game tersebut akan berada dalam mode pemeliharaan minimum.
Kondisi ini tentu menjadi kabar yang menyedihkan bagi komunitas yang telah mendukung Destiny selama lebih dari satu dekade.
Banyak pemain yang berharap Bungie tetap memberikan perhatian kepada game yang telah menjadi bagian penting dalam sejarah studio tersebut.
“Baca Juga: God of War: Laufey Usung Perpaduan Gaya Lama dan Baru”
Dukungan Pemain Tidak Selalu Mampu Mengubah Keputusan Bisnis
Kasus Destiny 2 menjadi contoh bahwa dukungan komunitas yang besar tidak selalu mampu mengubah keputusan bisnis yang sudah dibuat perusahaan. Para pemain telah menunjukkan loyalitas mereka melalui lonjakan jumlah pemain, peningkatan pendapatan, hingga berbagai kampanye dukungan di media sosial.
Namun, Bungie tampaknya tetap memilih untuk melanjutkan rencana yang telah disusun sebelumnya. Kini, perhatian komunitas beralih pada masa depan studio dan proyek-proyek yang masih tersisa.
Marathon menjadi satu-satunya game live service besar yang sedang aktif dikembangkan Bungie. Sayangnya, game tersebut juga tengah menghadapi berbagai kritik dan tantangan dalam membangun komunitas.
Di tengah rumor PHK dan berakhirnya era Destiny 2, Bungie kini menghadapi salah satu periode paling sulit dalam sejarahnya.
Apakah studio tersebut mampu bangkit dan menemukan arah baru, atau justru semakin terpuruk setelah meninggalkan franchise yang membesarkan namanya, masih menjadi pertanyaan besar yang menunggu jawaban dalam beberapa bulan ke depan.





Leave a Reply