manfredodicrescenzo – Bupati Indramayu, Lucky Hakim, kembali menjadi sorotan publik setelah melakukan aksi tidak biasa di persawahan. Pada 17 Agustus 2025, bertepatan dengan perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia, ia melepas ratusan ular, biawak, dan burung hantu di area persawahan. Aksi tersebut merupakan bagian dari program “Sahabat Tani” yang digagas untuk membantu petani mengatasi serangan hama tikus, salah satu masalah serius yang kerap merusak panen padi.
Dalam video yang diunggah akun Instagram @sahabat.luckyhakim, tampak Lucky mengenakan seragam dinas sambil berdiri di tepi sawah, didampingi kelompok tani, kepala desa, serta pejabat Dinas Pertanian. Di hadapannya, beberapa boks putih berisi hewan predator berjajar rapi. Dengan percaya diri, ia menjelaskan bahwa pelepasan satwa ini bertujuan menjaga keseimbangan ekosistem persawahan.
Meski niatnya dianggap positif, aksi itu memunculkan reaksi beragam dari warga sekitar. Banyak yang memilih menjaga jarak aman lebih dari satu meter saat ular dilepaskan, karena khawatir dengan potensi bahaya. Namun, para petani mengakui bahwa strategi ini lebih ramah lingkungan dibanding penggunaan racun tikus yang dapat mencemari lahan.
Langkah Lucky Hakim menunjukkan pendekatan berbeda dalam mendukung sektor pertanian. Jika konsisten dijalankan, metode ini berpotensi mengurangi kerugian petani sekaligus memperkuat citra Indramayu sebagai daerah penghasil beras yang inovatif.
“Baca juga: Dominasi Francesco Bagnaia di Sprint Race MotoGP Belanda 2024“ [2]
Lucky Hakim Lepas Ular Lanang Sapi di Sawah Indramayu untuk Kendalikan Hama Tikus
Bupati Indramayu, Lucky Hakim, kembali mencuri perhatian dengan langkah berani dalam program pengendalian hama. Pada 8 Agustus 2025, ia melepas ribuan ular jenis Coelognathus radiatus atau dikenal sebagai ular lanang sapi ke area persawahan. Aksi ini dilakukan sebagai respons konkret terhadap keresahan petani yang kerap mengalami gagal panen akibat serangan tikus.
Menurut Lucky, populasi tikus di sawah meningkat tajam karena predator alami seperti ular, biawak, dan burung hantu telah banyak diburu warga. “Kasihan petani gagal tanam dan rugi besar karena serangan tikus sangat banyak,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa melepas kembali ular ke habitat aslinya merupakan solusi ramah lingkungan yang dapat mengembalikan keseimbangan ekosistem tanpa harus mengandalkan racun kimia berbahaya.
Meski menuai kontroversi di media sosial, Lucky memastikan ular lanang sapi aman bagi manusia. “Ularnya tidak berbisa, ukuran maksimal hanya sebesar jempol kaki orang dewasa dengan panjang 1,5 meter. Kalau bertemu manusia, justru mereka kabur,” jelasnya. Bahkan, menurut Lucky, gigitan ular ini hanya menimbulkan luka lecet ringan dan tidak membahayakan.
Secara ilmiah, ular lanang sapi dikenal efektif sebagai pengendali hama alami. Seekor ular dewasa mampu memangsa dua hingga tiga tikus besar setiap minggu, serta belasan anak tikus dalam waktu singkat. Ciri khas ular ini adalah warna coklat kekuningan dengan garis memanjang di bagian punggung, sehingga mudah dikenali petani agar tidak menimbulkan kepanikan saat ditemui di sawah.
Langkah yang ditempuh Lucky Hakim ini menunjukkan strategi berbasis ekologi dalam menghadapi permasalahan pertanian. Jika berhasil, metode ini dapat mengurangi kerugian petani sekaligus membuka diskusi nasional tentang pentingnya menjaga predator alami demi ketahanan pangan berkelanjutan.
“Baca juga: Tim Baseball Indonesia U-19 Raih Peringkat Ketiga Prestasi Gemilang“ [2]





Leave a Reply