manfredodicrescenzo – Epic Games memperkenalkan Unreal Engine 5.8 sebagai pembaruan besar yang lebih menitikberatkan pada peningkatan performa dibandingkan penambahan fitur visual. Versi terbaru ini diklaim menjadi rilis paling stabil yang pernah dikembangkan perusahaan.
Selama beberapa tahun terakhir, Unreal Engine 5 dikenal berkat teknologi grafis seperti Nanite dan Lumen yang mampu menghadirkan visual berkualitas tinggi. Namun, berbagai game yang menggunakan engine tersebut juga kerap dikritik karena masalah performa.
“Baca Juga: Harga GTA 6 Standard dan Ultimate Resmi Diumumkan”
Keluhan seperti stuttering, shader compilation, hingga frame rate yang tidak konsisten muncul pada sejumlah game di PC maupun konsol. Kondisi tersebut membuat banyak pengembang berharap Epic lebih memprioritaskan optimalisasi dibandingkan fitur baru.
Melalui Unreal Engine 5.8, Epic berupaya menjawab berbagai masukan tersebut dengan menghadirkan peningkatan stabilitas yang lebih menyeluruh.
Epic Ingin Jadikan Semua Fitur Siap Digunakan di Proyek Komersial
Dalam wawancara bersama Inven Global pada ajang Unreal Fest 2026, Executive Vice President of Development Epic Games, Marcus Wassmer, menjelaskan arah pengembangan Unreal Engine 5.8.
Menurut Wassmer, tujuan utama pembaruan ini adalah membawa seluruh fitur penting menuju status production-ready. Dengan demikian, berbagai teknologi yang sebelumnya masih memerlukan banyak penyesuaian dapat digunakan secara lebih optimal dalam pengembangan game komersial.
Ia mengatakan bahwa banyak studio menginginkan performa yang lebih baik tanpa harus menghabiskan waktu lama untuk melakukan proses optimalisasi. Selama ini, sejumlah fitur Unreal Engine 5 dinilai sangat canggih, tetapi membutuhkan penyesuaian tambahan sebelum siap digunakan pada proyek akhir.
Karena itu, Epic mengarahkan sebagian besar pengembangan Unreal Engine 5.8 untuk meningkatkan efisiensi sekaligus mengurangi berbagai kendala teknis yang sering dihadapi pengembang.
Optimisasi Shader Diklaim Kurangi Stuttering Secara Signifikan
Salah satu peningkatan terbesar pada Unreal Engine 5.8 berada di sistem shader. Epic mengimplementasikan teknologi deduplikasi shader yang lebih agresif untuk mengurangi jumlah shader yang harus diproses oleh game.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu mengurangi beban kerja sistem sehingga performa permainan menjadi lebih stabil. Selain itu, Epic juga melakukan peningkatan pada penanganan Pipeline State Object atau PSO.
Perusahaan mengklaim berhasil mengurangi fenomena PSO hitch yang selama ini menjadi salah satu penyebab utama stuttering pada banyak game berbasis Unreal Engine 5. Perbaikan tersebut diharapkan memberikan pengalaman bermain yang lebih mulus di berbagai platform.
Masalah shader compilation memang telah lama menjadi salah satu keluhan terbesar komunitas PC. Bahkan sejumlah game berskala besar masih mengalami gangguan performa meskipun dijalankan menggunakan perangkat keras kelas atas.
Epic Klaim Unreal Engine 5.8 Jadi Versi Paling Stabil
Berdasarkan hasil pengujian internal, Epic menilai Unreal Engine 5.8 berpotensi menjadi versi paling stabil sejak Unreal Engine 5 pertama kali diperkenalkan. Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Marcus Wassmer dalam kesempatan yang sama.
Ia juga mengungkapkan bahwa banyak fitur yang sebelumnya masih berstatus beta kini telah memasuki tahap produksi penuh. Perubahan tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian lebih besar bagi studio yang sedang mengembangkan proyek menggunakan Unreal Engine.
Stabilitas menjadi fokus utama karena semakin banyak game besar yang memilih Unreal Engine 5 sebagai fondasi pengembangan. Dengan peningkatan ini, Epic berharap proses produksi dapat berjalan lebih efisien sekaligus menghasilkan kualitas performa yang lebih konsisten saat peluncuran.
Meski demikian, keberhasilan pembaruan tersebut tetap akan bergantung pada implementasi masing-masing pengembang dalam proyek yang mereka kerjakan.
“Baca Juga: Film Baru Shaolin Soccer Resmi Disiapkan Usai 25 Tahun”
Lumen Lite Mode Hadir untuk Perangkat dengan Daya Komputasi Terbatas
Selain meningkatkan performa di PC dan konsol, Unreal Engine 5.8 juga menghadirkan Lumen Lite Mode. Fitur ini merupakan versi ringan dari sistem global illumination Lumen yang dirancang untuk perangkat dengan kemampuan komputasi lebih terbatas.
Epic menyebut Lumen Lite Mode ditujukan agar teknologi pencahayaan modern tetap dapat digunakan pada perangkat seperti Nintendo Switch 2 tanpa membebani performa secara berlebihan.
Walaupun berbagai peningkatan telah diperkenalkan, pemain kemungkinan masih harus menunggu cukup lama sebelum merasakan manfaatnya secara langsung. Unreal Engine 5.8 baru saja dirilis untuk publik, sehingga dibutuhkan waktu berbulan-bulan hingga beberapa tahun sebelum proyek-proyek besar yang menggunakan versi ini resmi diluncurkan.
Meski demikian, fokus Epic terhadap optimalisasi menunjukkan perubahan arah yang cukup penting. Setelah bertahun-tahun mendapat kritik mengenai performa, Unreal Engine 5.8 diharapkan mampu menghadirkan pengalaman bermain yang lebih stabil tanpa mengurangi kualitas visual yang menjadi keunggulan utama engine tersebut.





Leave a Reply