manfredodicrescenzo – Pada 18 September 2025, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menggelar sidang lanjutan kasus dugaan asusila anak di bawah umur yang melibatkan Vadel Badjideh. Agenda sidang kali ini adalah replik, yakni jawaban jaksa penuntut umum atas pleidoi atau pembelaan dari terdakwa. Sidang berjalan dengan suasana serius, di mana jaksa kembali menegaskan tuntutan hukuman selama 12 tahun penjara kepada Vadel. Proses hukum ini menjadi sorotan publik karena status dan kasus yang tengah dihadapi Vadel.
“Baca Juga: Roblox Perkenalkan Adults Only Section, Pisahkan Konten Dewasa”
Kuasa Hukum Vadel Ungkap Kekecewaan terhadap Replik Jaksa
Kuasa hukum Vadel Badjideh, Oya Abduk Malik, menyatakan kekecewaannya atas isi replik yang disampaikan oleh jaksa dalam sidang tersebut. Oya menilai jaksa hanya menjawab beberapa poin dari pembelaan yang diajukan, sehingga banyak argumen penting yang belum ditanggapi secara menyeluruh. “Dari beberapa poin yang kami sampaikan, dijawab hanya beberapa poin dari sekian banyaknya,” ujar Oya usai sidang. Dia menilai replik jaksa tidak nyambung dengan pembelaan yang telah disampaikan dan menyiapkan duplik sebagai tanggapan pada persidangan berikutnya.
Persiapan Duplik Kuasa Hukum Vadel untuk Sidang Selanjutnya
Oya Abduk Malik berencana menyampaikan duplik atau jawaban balik terhadap replik jaksa pada persidangan yang dijadwalkan pada Senin, 22 September 2025. Kuasa hukum Vadel memilih fokus menghormati proses hukum yang sedang berjalan sambil mempersiapkan tanggapan komprehensif. Ia menegaskan akan mengungkapkan seluruh fakta persidangan secara lengkap kepada publik setelah majelis hakim mengeluarkan putusan. Hal ini menunjukkan sikap transparan sekaligus kehati-hatian dalam menjaga proses hukum yang fair dan sesuai prosedur.
Pernyataan Kuasa Hukum Soal Harapan Keadilan dalam Proses Hukum
Dalam pernyataannya, Oya menegaskan keyakinan terhadap proses hukum dan keadilan yang akan ditegakkan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Ia berharap putusan akhir nantinya dapat memberikan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. “Mudah-mudahan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia itu masih bisa didapatkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan,” ucap Oya. Pernyataan ini sekaligus menjadi cerminan optimisme kuasa hukum sekaligus dorongan agar proses peradilan berjalan tanpa tekanan dan keberpihakan.
“Baca Juga: Ubisoft Hadapi Kekhawatiran Internal soal DLC Mirage”
Kesimpulan dan Pandangan ke Depan Mengenai Kasus Vadel Badjideh
Sidang lanjutan kasus dugaan asusila anak di bawah umur terhadap Vadel Badjideh masih berlangsung dinamis dengan berbagai argumen hukum yang disampaikan kedua belah pihak. Tuntutan jaksa selama 12 tahun penjara menjadi fokus utama, sementara kuasa hukum terus berjuang dengan pembelaan dan tanggapan hukum mereka. Proses hukum selanjutnya, termasuk sidang duplik, akan menentukan langkah penting dalam kasus ini. Masyarakat dan publik diharapkan terus mengawal proses hukum agar berjalan adil dan transparan hingga putusan akhir.
Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan isu sensitif sekaligus figur publik. Oleh karena itu, proses hukum yang menghormati hak terdakwa dan perlindungan korban sangat penting. Transparansi dan komunikasi dari kuasa hukum juga krusial untuk memberikan gambaran yang jelas kepada masyarakat mengenai perkembangan kasus. Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memiliki tanggung jawab besar untuk menegakkan keadilan tanpa pandang bulu dalam kasus ini.





Leave a Reply