manfredodicrescenzo – YouTube baru saja mengumumkan peluncuran fitur baru bernama Likeness Detection. Yang bertujuan membantu kreator mengatasi masalah konten AI yang menggunakan wajah atau suara mereka tanpa izin. Fitur ini sudah tersedia secara bertahap untuk para kreator yang tergabung dalam YouTube Partner Program. Dengan semakin mudahnya pembuatan konten berbasis AI. Banyak video di YouTube yang memanfaatkan teknologi ini untuk menciptakan video menggunakan wajah atau suara orang lain, bahkan tanpa persetujuan dari individu tersebut.
“Baca Juga: Exynos Perkenalkan SoC Baru dengan NPU di Modem, Tingkatkan Kinerja!”
Cara Kerja Fitur Likeness Detection di YouTube
Fitur Likeness Detection bekerja dengan cara mendeteksi kemiripan wajah atau suara seseorang dalam video yang dibuat oleh AI. Kreator dapat mengakses fitur ini melalui YouTube Studio, pada tab “Likeness” di bagian Content Detection. Setelah itu, kreator hanya perlu memindai kode QR yang muncul di layar dengan smartphone. Proses ini akan mengarahkan mereka ke halaman khusus, tempat mereka mengunggah foto identitas dan video selfie singkat untuk verifikasi. Setelah disetujui, YouTube akan memindai konten yang menggunakan wajah atau suara kreator untuk kemudian memberikan opsi penghapusan atau pengarsipan video tersebut.
Mengelola Video AI yang Menggunakan Wajah atau Suara Kita
Setelah proses verifikasi selesai, kreator dapat melihat video-video AI yang menggunakan wajah atau suara mereka. YouTube memberi pilihan bagi kreator untuk meminta penghapusan video dengan alasan kemiripan atau melanggar hak cipta. Selain itu, kreator juga dapat memilih untuk mengarsipkan video tersebut. Yang berarti video tetap tersedia tetapi tidak akan muncul di hasil pencarian atau rekomendasi. Jika kreator merasa tidak tertarik dengan fitur ini lagi, mereka bisa berhenti menggunakannya kapan saja, dan YouTube akan berhenti mendeteksi video terkait dalam waktu 24 jam.
Manfaat Fitur Likeness Detection untuk Kreator Konten
Fitur ini memberikan kontrol lebih besar bagi kreator atas konten yang menggunakan identitas mereka. Dengan maraknya penggunaan AI untuk menghasilkan video dengan wajah atau suara orang lain, fitur ini diharapkan dapat mengurangi penyalahgunaan identitas tanpa izin. Kreator kini dapat lebih mudah mengidentifikasi video yang melanggar hak mereka dan mengambil langkah cepat untuk menghapusnya. Hal ini juga memberikan rasa aman lebih bagi kreator yang khawatir akan eksploitasi atau penyalahgunaan citra mereka oleh pihak lain.
“Baca Juga: Instagram Tawarkan Fitur Edit Stories Baru dengan Teknologi AI”
Tantangan dan Harapan untuk Keamanan Konten di YouTube
Dengan berkembangnya teknologi AI, tantangan dalam mengelola konten yang melibatkan identitas seseorang menjadi semakin besar. YouTube, melalui fitur Likeness Detection, berusaha untuk memberikan solusi yang memungkinkan kontrol lebih bagi para kreator. Meski demikian, seiring dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi AI, YouTube dan platform lain masih perlu terus berinovasi untuk mengatasi potensi penyalahgunaan yang lebih luas. Di masa depan, diharapkan lebih banyak platform yang mengembangkan fitur serupa untuk memastikan keamanan dan hak cipta individu dalam dunia digital yang semakin kompleks.





Leave a Reply